Majalah satir Perancis Charlie Hebdo yang berulang kali diserang akibat
menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad, Rabu (2/1/2013), menerbitkan
komik biografi Nabi Muhammad.
Editor majalah Charlie Hebdo Stephane Charbonnier mengatakan biografi
berjudul "The Life of Mohammed" itu adalah buku serius yang disusun
berdasarkan riset mendalam oleh seorang sosiolog Perancis berdarah Tunisia.
"Ini adalah biografi yang diizinkan Islam karena diedit oleh umat
Muslim," kata Charbonnier, yang juga menjadi pelukis sampul buku itu.
"Saya kira umat Muslim yang berpikiran terbuka tak akan menganggap
buku ini tidak sesuai dengan Islam," tambah Charbonnier.
Charbonnier mengatakan ide membuat buku komik biografi Nabi Muhammad ini
muncul pada 2006 lalu, saat sebuah harian Denmark memuat kartun Nabi Muhammad
yang memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia.
Majalah Charlie Hebdo sudah beberapa kali menerbitkan kartun Nabi
Muhammad dengan "bersembunyi" di belakang kebebasan berbicara dan
berpendapat. Berulang kali pula umat Muslim marah atas terbitan Charlie Hebdo.
Puncak kemarahan itu berujung serangan bom molotov terhadap kantor
redaksi majalah itu pada 2011. Selain itu, situs resmi majalah ini juga diretas
usai menerbitkan sejumlah kartun Nabi dengan judul "Charia Hebdo".
Sang editor Stephane Charbonnier bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan.
Akibatnya, Charbonnier kini harus hidup di bawah pengawasan dan perlindungan
polisi.
Dewan Umat Muslim Perancis (CFCM) sebagai organisasi Islam terbesar di
negeri itu meminta agar seluruh umat Islam Perancis bersikap tenang menghadapi
kasus terbaru kartun Nabi Muhammad.
Kartun Nabi Muhammad yang dimuat majalah satir Charlie Hebdo menyulut
kekhawatiran timbulnya masalah baru setelah film Innocence of Muslims yang
berbuah kerusuhan di berbagai negara.
Ketua CFCM Mohammed Moussaoui menggambarkan, baik film maupun kartun,
adalah sebuah "serangan". Namun, dia meminta Muslim Perancis tidak
membalasnya dengan aksi anarki.
"Saya ulangi, CFCM
mengimbau agar tidak ada unjuk rasa. Setiap unjuk rasa bisa ditunggangi dan
menjadi kontraproduktif," kata Moussaoui saat diwawancarai radio RFP
Perancis.
Kantor majalah Charlie
Hedbo kini berada dalam penjagaan ketat polisi setelah menerbitkan
edisi terbaru dengan kartun Nabi Muhammad di dalamnya.
Kartun itu sempat
menimbulkan unjuk rasa kecil di Perancis. Meski demikian, Perancis terpaksa
menutup 20 kantor perwakilannya di seluruh dunia karena khawatir akan adanya
unjuk rasa.


beginilah kerjaan orang2 brensek yang ingin merusak perdamaian,..setelah itu kalau mereka di serang mereka akan balas dengan mengatakan kita yang tidak cinta damai,..padahal mereka lah yang sesungguh nya tidak cinta pada ke damainn
BalasHapus